Aku tak mengerti mengapa ini bias terjadi lagi. 8 November 2011 konflik di antara kita kembali terjadi. Konflik yang benar-benar hebat hingga meibatkan orang tuamu. Mungkin ini semua salahku yang terlalu egois. Pada hari selasa itu aku menemanimu untuk membeli kado untuk sahabatmu ( gank kamu “THE LEBH”), “Bii mau nggak nemenin cari kado dulu buat novi di gale kalo nggak bias juga nggak apa-apa kok.” Kata dia. “Hmm ya udah nggak apa-apa tak temenin.” Kataku (dalam hatiku tak mungkin aku menolaknya karena novi itu sahabat dia, aku tak ingin membuat kecemburuan social dalam persahabatn mereka). Jujur saja aku tidak terlalu suka dengan gank “the lebh” entah kenapa rasanya mereka itu selalu mengikuti perkembangan mode dan merekaingin selalu di pandang “modis” oleh orang-orang disekitar mereka. Setibanya di sana aku, dia dan beberapa sahabat dari ganknya berburu kado. Setelah kita mendapatkan kado yang pas untuk sahabatnya ituaku pikir kita langsung pulang ternyata nggak. Kita mampir makan dulu, tapi aku bener-bener gak bawa uang pas itu di dompet aku hanya ada 2rb. Dia juga nggak pnya uang tapi dia bias makan karena ada yang traktir, sedangkan aku hanya diam menemani mereka makan. Mereka juag sibuk dengan rencana surprise party untuk ultah sahabatnya itu. Mereka juga menawarkan aku untuk pesan makan atau minuman tapi aku menolakny karena aku tak membawa uang. Hmm pas itulah aku merasa bener-bener bête dan drop mood banget. Dan di situlah aku benar-benar hanya diam seribu bahasa. Dia Tanya “Kamu kenapa e bii?” Aku jawab “Nggak papa kok”(tapi mereka mungkin sudah tau kalo aku bener-bener udah drop mood. Sepanjang perjalanan pulang kita tak bicara sama sekali. Aku tau kalau dia juga bête bahkanmungkin ilfiil melihat aku.
Pas pulang aku pasang status “Seharusnya tadi nggak usah ikut. Ngga bias ngikutin kayak gitu. #dropmood” dan dia langsung komen “kalo tadi emang gak mau ikut thu bilang. Jadi serba salahkan aku!” dan dia juga sms seperti itu. Aku jawab “Kalo Cuma ngersa serba salah aku juga kayak gitu, kan aku niatnya baik biar kamu bias ikut cari kado. Dan niatan awalnya kan nggak ada acara mampir makan. “ Terus dia jawab “ya aku nggak tau.Kalo pakai mampir makan juga. Ya udahlah aku nggak akan ngajak kamu maen lagi!” Seketika itu juga aku langsung nangis, betapa kecewanya aku saat dia berkata seperti itu. Tak pernah terlintas dibenakku ntuk melakukan hal itu. Aku balas sms dia “Ya udahlah kalo itu eman mau kamu. Aku manut aja, maaf aku nggak bias asyik kayak the lebh. MAAF” Dan dia hanya membalas “OKE!”
Wahai sahabatku tak pernahkah kamu berfikir kita bersahabat tidaak hanya setahun atau dua tahun tapi dari kita masih kecil, kita TPA bareng, TK besama, SD juga kita lalui bersama, SMP kita terpisah, dan kini SMK kita bersama kembali. Tapi setelah kamu punya gank “the leb” semua berubah. Kamu yang punya sifat ekstrovet lebih mendominasi daripada aku yang punya sifat introvert. Kamu cerita dari A-Z aku tanggepin, aku respect sama kamu, aku peduli, aku antusias untuk menampng semua crahan hati kamu. Tapi di saat aku sedang berada di bawah pasti kamu sedang berada di ats. Suka duka kita lewatin bareng. Setiap hari kamu selalu curhat tentang apa yang kamu rasakan sat itu. Lama-kelamaan kamu jadi berubah, tidak seperti mega yang aku kenal dulu. Kamu lebih sring main dan bersenang-senang dengan the lebh. Sedangkan aku merasa kamu semakiin tambah berubah. Aku cemburu kamu lebih sering main sama the lebh, daripada main sama aku. Kita sahabatan 17th tapi kita nggak pernah main bareng, palingan Cuma main di rumah kamu atau dirunah aku dan curhat berjam-jam DAN CUMA KE WARNET. Ya allah rasanya tak adil banget, aku sabar ditahun pertama, aku semakin sabar ditahun kedua. Aku benar-benar merasa tambah kamu berubah lagi setelah kamu ibelikan motor.
Sahabatku, taukah engkau saat aku mengajak kamu untuk pergi maen, gowes atau sekadar jalan-jalan banyak sekali alas an kamu untuk menolak semua ajakkan aku. Tapi untuk the leb, tami, ratri, dan teman-teman cowok kamu, kamu selalu ada waktu unut mereka. Inget nggak waktu aku ngajak kamu nonton tapi kamu nggak mau karena aku kasih Taunya dadakan padahal kamu di ajak pergi dadakan sama yang lain bias-bisa aja. Inget nggak saat aku ngajak kamu gowes tapi kamu nggak mau dengan alas an kamu lagi hari pertama dapet. Owh ya inget lagi nggak pas aku ngajak kamu ke pasar beringharjo tapi kamu nggak mau soalnya udah pusing, repot parkirnya padahal kamu mau-mau aja ke beringharjo sama ratri tapi kenapa sama aku nggak mau? L Sahabatku inget nggak waktu kamu udah bikin janji sma aku mau ke warnet tapi ternyata kamu batalin dadakan hanya karena kamu di ajak pergi sama temen cowok kamu ke pantai dadakan pula dan kamu langsung menyutijuinya. Tak berpikirkah kamu tentang perasaan aku saat itu? :’( Dan saat aku sms berkata “kita itu sahabtan udah lama tapi kok nggak pernah main bareng ya? Sekalinya main bareng Cuma ke warnet(ironis sekali)” Mega bales “hhaha ya kapan-kapan bii kita main bareng.” Hei tak sadarkah anda bahwa kita aku sedang serius tapi kamu jawabnya bercanda gitu.
Sahabatku apa kamu malu main dengan aku ? kurang sabar apa aku di mata kamu? Aku itu sayang banget sama kamu tapi apakah kamu saying aku juga? Aku mengerti kamu tapi kamu tak mengerti aku. Insyaallah aku selalu ada di saat kamu senag ataupun sedih, tapi kamu tak pernah ada di saat aku butuh kamu :’( Sahabatku saat aku tak bercerita tentang masalhku bukannya aku tak mau berbagi tapi karena aku tak ingin merusak kebahagian yang sedang menyertaimu. Jujur aku sedih sekali, aku sakit sekali dengan kejadian ini, aku benar-benar terpukul. Aku tetap memikirkan kamu walaupu aku tau sekarang kamu tak memikirkan aku, kamu udah nggak peduli aku, tapi aku msih peduli kamu. Tak pernah aku melihatmu menagis untuk ku. Tapi aku selalu melihat tangismu untuk sahabatmu dan pacar kamu/atau mantan kamu. Aku selalu berusaha untuk mengajak kamu main sama aku, ataupun saat aku main sama yang lain aku sllau berusaha untuk menawarkan kepadamu tapi kamunya nggak mau.
Mungkin aku yang terlalu egois, aku kurang sabar banget ya, aku nggak asik, aku nggak modis, aku nggak bias beterimakasih, aku nggak bias menghargai kamu. Mungkin kamu terlalu perfect untuk jadi sahabatku. Kamu terlalu baik untuk aku. Sungguh aku memang tak pantas untuk jadi sahabat kamu. Kalo emang ini yang terbaik untuk kita insyaallah aku terima dengan berat hati dan aku coba mengikhlaskan kamu untuk sahabatmu yang lain. Aku sayang kamu mega :’*
